BELAWENG/TUGUH DESA DATA BARU

1778479524593.jpeg

Oleh : Noriati Leting


BELAWENG/TUGUH DESA DATA BARU: Karya Agung Warga, Satu-Satunya Berbentuk Patung Manusia dan Paling Besar di Kecamaatan Sungai Boh,Kabupaten Malinau,Provinsi Kalimantan Utara

 

        Data Baru, 7 Mei 2026 – Hari Kamis minggu lalu, suasana di Desa Data Baru berubah menjadi sangat meriah dan penuh makna kebudayaan. Seluruh warga desa, mulai dari para tetua adat, tokoh masyarakat, hingga anak-anak, berkumpul bersama di lokasi utama desa untuk menyaksikan momen bersejarah: Penancapan dan Pendirian Belawing/Tuguh Desa Data Baru.

         Berbeda dengan kebiasaan umum maupun Belaweng/Tuguh yang ada di desa-desa tetangga yang umumnya berbentuk ukiran burung enggang atau motif alam lainnya, Belaweng Desa Data Baru ini tampil sangat istimewa dan unik. Bentuknya bukan lagi berupa burung, melainkan berupa patung utuh berbentuk manusia dengan ukuran besar, megah, dan kokoh berdiri. Keistimewaan ini menjadikan Belawing Desa Data Baru menjadi satu-satunya Belawing berbentuk patung manusia dan berukuran terbesar di antara seluruh desa yang ada di wilayah ini.

    Proses pendirian berlangsung dengan khidmat, diiringi doa-doa adat dan kebersamaan seluruh warga yang bahu-membahu mengangkat dan menancapkan Belaweng tersebut. Kehadiran para Natua atau tetua adat menjadi penyempurna acara ini, yang menjaga agar seluruh prosesi berjalan sesuai aturan dan nilai-nilai warisan leluhur.

Makna Mendalam di Balik Bentuk Patung Manusia :

        Patung Belaweng Desa Data Baru ini digambarkan dalam wujud sosok manusia yang gagah berani, memegang Perisai di satu tangan, dan Parang atau Mandau di tangan lainnya. Setiap detail yang ada pada patung ini bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi kehidupan masyarakat Desa Data Baru.

 Arti dan maknanya:

    Wujud Manusia: Melambangkan keberadaan, identitas, dan semangat nyata dari masyarakat Desa Data Baru sendiri. Ini adalah cerminan bahwa desa ini dibangun, dijaga, dan dikembangkan oleh manusia-manusia yang berjiwa besar, berakhlak mulia, dan memiliki tanggung jawab. Bentuk manusia juga berarti kesiapan warga untuk terus hadir, bekerja keras, dan membangun kehidupan yang lebih baik bersama-sama.

    Memegang Perisai: Simbol utama pertahanan, perlindungan, dan ketahanan. Maknanya, warga Desa Data Baru bersatu hati untuk melindungi desa, melindungi warganya, menjaga keamanan, serta menjaga segala nilai adat, budaya, dan kebiasaan baik yang telah diwariskan nenek moyang. Perisai ini bermakna benteng yang kokoh agar desa tetap aman, damai, dan terhindar dari segala hal buruk, bahaya, atau pengaruh negatif dari luar.

        Memegang Parang / Mandau: Simbol keberanian, kekuatan, kewibawaan, dan semangat berjuang. Parang atau Mandau adalah senjata sekaligus alat kehidupan masyarakat adat. Maknanya berarti kesiapan warga untuk berjuang membangun desa, berani mempertahankan hak dan kebenaran, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi segala tantangan, kesulitan, maupun rintangan dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga lambang kewibawaan adat dan kepemimpinan yang tegas namun bijaksana.

        Ukuran Paling Besar & Satu-Satunya: Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Data Baru. Ukurannya yang besar melambangkan besarnya semangat, besarnya persatuan, serta besarnya harapan dan cita-cita warga desa untuk menjadi desa yang maju, kuat, dan menjadi teladan. Fakta bahwa hanya Desa Data Baru yang memiliki belawing berbentuk patung manusia ini menunjukkan kekhasan identitas, ciri khas budaya, dan nilai luhur yang dimiliki desa ini yang berbeda dan istimewa dibandingkan desa lainnya.

        Setelah prosesi selesai, kami berkesempatan mewawancarai Bapak Kepala Desa Data Baru untuk mendengar langsung pandangan dan harapan beliau mengenai pendirian Belaweng ini. Berikut kutipan wawancaranya:

Pewawancara: "Bapak Kepala Desa,(Ngau Asan), apa harapan Bapak dan seluruh warga atas didirikannya Belaweng ini di tengah Desa Data Baru ini?" 

Kepala Desa Data Baru:

Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami sangat bersyukur hari ini seluruh warga dan para Natua adat bisa berkumpul dan bekerja sama mendirikan belawing ini. Belaweng ini bukan sekadar patung atau hiasan biasa. Bentuknya yang manusia, memegang perisai dan mandau, itu adalah gambaran diri kita semua. Bahwa kita sebagai warga harus siap melindungi seperti perisai, dan berjuang membangun seperti maknanya parang itu.

Kita tahu bersama, di desa-desa lain belawingnya berbentuk burung atau ukiran biasa. Tapi di sini, di Desa Data Baru, kami sepakat membuat yang berbeda, yang paling besar, dan berbentuk manusia. Ini bukti semangat persatuan kita yang luar biasa. Kami ingin belawing ini menjadi penanda, bahwa Desa Data Baru ini punya identitas yang kuat, budaya yang hidup, dan warga yang bersatu padu menjaga warisan leluhur.

Harapan kami, Belaweng ini bisa berdiri kokoh sampai kapan pun, menjadi pengingat bagi anak cucu kita nanti, untuk tetap menjaga adat, saling menjaga satu sama lain, dan terus membangun desa ini menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera. Semoga keberadaan Belaweng ini juga membawa berkah, keselamatan, dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Data Baru.

Dengan berdirinya Belaweng ini, kini Desa Data Baru memiliki ikon baru yang sangat megah, bersejarah, dan penuh makna. Belaweng ini bukan hanya kebanggaan warga setempat, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masih sangat hidup, dijaga, dan dikembangkan dengan penuh rasa cinta oleh masyarakat Desa Data Baru.

Bagikan post ini: