Lesung Mini Dayak Kenyah: Bukti Bahwa Tradisi Tak Pernah Usang di Desa Data Baru

1764902480958.jpg

Oleh : Putri Uris 

Di tengah derasnya arus modernisasi, saat dapur-dapur kota dipenuhi blender, food processor, dan berbagai alat elektronik canggih, ada sebuah pemandangan yang menghangatkan hati di pedalaman Kalimantan Utara. Di Desa Data Baru, sebuah desa yang dihuni mayoritas oleh Suku Dayak Kenyah, tradisi tak pernah usang. Buktinya, sebuah lesung mini yang terbuat dari kayu ulin masih setia menemani hampir setiap rumah.

Alat ini jauh dari kesan kuno atau sekadar pajangan. Lesung mini adalah jantung dapur yang berdetak. Jika di banyak tempat lesung identik dengan alat penumbuk padi berukuran besar, di sini, lesung mini hadir dengan fungsi yang lebih praktis dan serbaguna. Ia bukan hanya dipakai untuk menumbuk padi, melainkan juga bahan-bahan lain seperti daun singkong untuk diolah menjadi lauk, kacang tanah yang dihancurkan untuk bumbu, hingga rempah-rempah yang memperkaya cita rasa masakan. Alat ini membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana dan tradisional bisa tetap relevan, bahkan di era digital.

Keberadaan lesung mini di setiap rumah adalah cerminan dari kemandirian dan kearifan lokal. Mereka tidak hanya mengandalkan bahan-bahan yang sudah diolah pabrik, tetapi juga mengolahnya sendiri dari kebun atau alam sekitar. Menumbuk dengan lesung mini bukan sekadar aktivitas memasak, tetapi juga bagian dari ritual sehari-hari yang menyatukan keluarga. Suara tumbukan yang berirama seolah menjadi melodi khas yang meramaikan desa. Seringkali, saat seorang ibu menumbuk daun singkong, cerita-cerita tentang hari itu mengalir, berbagi tawa, dan mempererat tali kekeluargaan.

Lesung ini sendiri dibuat dari kayu-kayu pilihan yang kuat dan tahan lama. Proses pembuatannya pun masih dilakukan secara tradisional, diwariskan dari para leluhur. Dengan bentuknya yang ramping dan kokoh, ia mudah diletakkan di sudut dapur, siap digunakan kapan saja. Lesung mini ini bukan hanya alat, tetapi juga simbol dari ketahanan budaya. Ia adalah pengingat bahwa warisan leluhur, meski terbuat dari kayu dan sederhana, memiliki nilai yang tak terukur.

Maka, jika suatu saat kamu berkunjung ke Desa Data Baru, jangan heran jika mendengar irama tumbukan dari balik pintu rumah. Suara itu bukan sekadar bising, melainkan melodi kehidupan yang terus berlanjut. Lesung mini Dayak Kenyah adalah bukti nyata bahwa sebuah tradisi tidak harus musnah oleh waktu. Ia justru bisa beradaptasi, bersemi, dan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat.

Bagikan post ini: