Lesung Mini Dayak Kenyah: Bukti Bahwa Tradisi Tak Pernah Usang di Desa Data Baru
Oleh : Putri Uris
Di
tengah derasnya arus modernisasi, saat dapur-dapur kota dipenuhi blender, food
processor, dan berbagai alat elektronik canggih, ada sebuah pemandangan
yang menghangatkan hati di pedalaman Kalimantan Utara. Di Desa Data
Baru, sebuah desa yang dihuni mayoritas oleh Suku Dayak Kenyah, tradisi tak
pernah usang. Buktinya, sebuah lesung mini yang terbuat dari kayu ulin
masih setia menemani hampir setiap rumah.
Alat
ini jauh dari kesan kuno atau sekadar pajangan. Lesung mini adalah jantung
dapur yang berdetak. Jika di banyak tempat lesung identik dengan alat penumbuk
padi berukuran besar, di sini, lesung mini hadir dengan fungsi yang lebih
praktis dan serbaguna. Ia bukan hanya dipakai untuk menumbuk padi, melainkan
juga bahan-bahan lain seperti daun singkong untuk diolah menjadi lauk, kacang
tanah yang dihancurkan untuk bumbu, hingga rempah-rempah yang memperkaya cita
rasa masakan. Alat ini membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana dan tradisional
bisa tetap relevan, bahkan di era digital.
Keberadaan
lesung mini di setiap rumah adalah cerminan dari kemandirian dan kearifan
lokal. Mereka tidak hanya mengandalkan bahan-bahan yang sudah diolah pabrik,
tetapi juga mengolahnya sendiri dari kebun atau alam sekitar. Menumbuk dengan
lesung mini bukan sekadar aktivitas memasak, tetapi juga bagian dari ritual
sehari-hari yang menyatukan keluarga. Suara tumbukan yang berirama seolah
menjadi melodi khas yang meramaikan desa. Seringkali, saat seorang ibu menumbuk
daun singkong, cerita-cerita tentang hari itu mengalir, berbagi tawa, dan
mempererat tali kekeluargaan.
Lesung
ini sendiri dibuat dari kayu-kayu pilihan yang kuat dan tahan lama. Proses
pembuatannya pun masih dilakukan secara tradisional, diwariskan dari para
leluhur. Dengan bentuknya yang ramping dan kokoh, ia mudah diletakkan di sudut
dapur, siap digunakan kapan saja. Lesung mini ini bukan hanya alat, tetapi juga
simbol dari ketahanan budaya. Ia adalah pengingat bahwa warisan leluhur, meski
terbuat dari kayu dan sederhana, memiliki nilai yang tak terukur.
Maka,
jika suatu saat kamu berkunjung ke Desa Data Baru, jangan heran jika mendengar
irama tumbukan dari balik pintu rumah. Suara itu bukan sekadar bising,
melainkan melodi kehidupan yang terus berlanjut. Lesung mini Dayak Kenyah
adalah bukti nyata bahwa sebuah tradisi tidak harus musnah oleh waktu. Ia
justru bisa beradaptasi, bersemi, dan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari
identitas masyarakat.
Baca juga:
Wajah Baru Balai Adat Milik Desa Data Baru
Wajah Baru Balai Adat Milik Desa Data Baru